Minggu, 02 November 2014

Ku rindui istri orang

Standard
Ahhh.... malam ini aku kagak bisa tidur lagi, udah jam 3 malam grasak grusuk dikamar. pengen keluar perut panas tak ada duit. terpaksa deh bongkar-bongkar laci siapa tau dapet recehan buat beli mie. tapi sangat mengejutkan kalian tau gak apa yang kudaptkan, yg kudapatkan malah FOTO MANTAN.
huftt... langsung tergiang dalam kepalaku akan kenangan dengan dia dulu. sebut saja dia ayu.
Doi memang cewek paling asyik yang pernah kutemukan sob, anaknya gokil dan tidak cepat tersinggung selayaknya cewek-cewek lainnya. pembawaannya yang supel membuat doi cepet berteman dengan siapa aja. aku inget aku cukup lama temenan dengan doi sebelom kami memutuskan pacaran dulu, bahkan aku tidak pernah nembak loh sob. kami TTM an lalu dengan sendirinya jalan sebagai pacar tanpa terlontar kata-kata menembak/mengutarakan kata cinta.

Kini doi telah dimiliki orang lain bro, alias doi telah merid dengan orang lain. hemmm pasti kalian bilang kasian kan sama aku, tapi menurut aku seh gak kasian kasian banget seh, sebab dulu aku juga tidak terlalu ngebet banget cinta sama doi, karena ada sesuatu dan lain hal. tapi asal kalian tau ya. sebelom doi memutuskan untuk menikah dengan suaminya yang sekarang, doi sempet loh sob sms aku malamnya dan ngajakin kawin lari kalo memang bener aku cinta sama doi.

"busyet... kawin lari".

Masih teringat jelas waktu itu umurku masih 21 thn dan aku pengen banget untuk kuliah sampe S2 atau bahkan S3. selang beberapa hari aku denger dari temen lain kalo doi udah merid dengan orang lain. Kni 5 tahun sudah kisah itu telah beralu tanpa ada kabar dari doi lagi. sempet seh beberapa kali aku ngeliat doi dengan suaminya, bahkan kami pernah bertatap muka namun rasa itu bisa ku katakan sudah tinggal 0.00000000001%. Selama aku dibatam memang udah beberapa wanita yang masuk dalam hari hariku. kalo ditotal mungkin 5.6 lah. dan mereka semua sangat sayang banget sama aku. tapi aku sendiri tidak pernah terlalu mencintai mereka. entah kenapa? emang seh ada beberapa hal yang ngebuat aku tidak bisa mencintai mereka setulusnya. antara lain aku ngerasa masih terikat dengan seseorang. lalu asal-muasalnya. cz aku takut sob buat nyari bini luar pulau, biasa mahal diongkos fikirku.

Sempet beberapa kali aku ngebuka FB nya doi dan ngeliat foto-foto terbaru dia bersama sang suami sedikit ngenes seh. dalam fikirku "dulu aku bercanda, makan, maen kesana kemari, berjemur seharian dipantai bareng doi. sekarang jangan kan untuk menyapa kabarnya, tau dimana rimbanya aja gak mungkin ku tanyakan. Memang aku kok yang salah, aku gak terlalu ngarep dengan hubungan yang kami jalani dulu. aku yang super cuek dan sangat tidak perhatian membuat dia akhirnya memutuskan untuk menikah dengan orang lain.

Salam deh buat doi, semoga sealu bahagia dengan keluarga kecil yang dibangun bareng suami. dan semoga punya anak 2 aja seperti yang pernah doi katakan padaku dulu. aku pun masih bingung dengan jodoh yang akan diberikan kepadaku sampe sekarang. dibilang terlau memilih. yah dipilih juga seh. orang beli sayur aja milih, apa lagi beli bini kan.
sekian deh untuk coretanku saat ini dan caw.!~~~

Aku ingin pulang

Standard
Sumpah sampe tengah malam gini aku masih gak bisa mejemin mata. aku lagi depresi sob. pengen rasanya aku bunuh diri, kao bunuh diri tu gak diarang, dan Hingga kini aku masih memimpikan suatu hari nanti aku bisa menjadi orang sukses. Tapi waktu berkata lain, aku tidak sanggup untuk menjalaninya sekarang. Aku pernah berkata kepada Tuhan 

“apa engkau masih mendengar jeritanku Tuhan, jangan buat keyakinanku memudar dengan keadaan ini.”

Memang aku yang salah atas keadaan ini. Aku yang teralu angkuh dengan riski darimu. Aku yang terlalu sombong dengan hal yang bisa aku dapatkan saat itu. Tapi ini aku menyerah dengan keadaan Tuhan. Aku merasa tidak sanggup dengan keadaan ini. Banyak yang berfikir aku keras, egois dan dan sangat tangguh dengan segala keadaan, namun semua itu hanya pandangan orang dari luar saja. Aku yang sebenarnya sangat rapuh, lemah dan susah berkata atas apa yang terjadi denganku saat ini. Engkau melahirkan ku dengan segala kelebihan yang aku punya Tuhan. Selalu juara dimasa kecilku tidak menjamin aku bisa juara ketika aku dewasa. Selalu dipandang cerdas oleh guru-guruku tidak menjamin aku bisa tangkas didunia nyata.

Ibu dan ayah, maafkan aku mengecewakan kalian, aku tidak saggup untuk berdiri lebih lama dihadapan kalian. Aku rapuh melihat wajah kalian. Dan air mataku tak terbendung ketika mendengar ucap kalian

“engkau mengecewakan kami nak”.

Ibu terima kasih karena telah menghidupiku hingga aku dewasa, namun sekarang aku tak mampu untuk membalas kebaikanmu bu. Aku kalah dengan keadaan ini, aku menyerah dengan rasaku sendiri, aku tidak sanggup bu. Ayah, selama aku hidup hanya sekali engkau mengeluarkan nada suara keras ketika aku berusia 13 thn, karena aku memang tidak mengikuti kata-katamu, aku memang bandel yah.  Tapi kini aku akan ngebuat ayah tidak lagi berkata keras melainkan tertuduk malu atas tingkahku.

Mengapa aku begini bu/yah?

Banyak hal yang terjadi dimasa pendewasaanku disini yang tidak ibu/ayah tau. Anakmu yang dulu jam 9 malam sudah mesti tidur setelah mengerjakan PR. Kini selalu pulang jam 2 bahkan sampai pagi. Aku kesepian bu, aku ngerasa sendiri. Aku mencari hal yang bisa membuatku tenang. Aku rindu dengan masa kecilku bu/yah, sangat rindu. Dan teramat rindu. Dulu ibu selalu berkata menjelang setiap kali ada ujian disekolah 

“kalo gak rangking 1 jangan pulang, atau ibu gantung dipohon depan rumah dan di kasi semut merah, mau..??”.

Ituah kalimat yang selalu membuat ku takut untuk tidak belajar dan juara disekolah, tapi kini tidak ada lagi kata-kata itu bu, tidak ada lagi. Dan sekarang aku sadar ibu sangat menyangiku, dan menginginkan ku selalu menjadi yang terbaik. Aku susah berkata atas apa yang terjadi denganku saat ini bu/yah. Aku ingin sekali pulang dan tak kembali ketempat ini lagi, karena tempat ini seperti neraka buatku. Tempat ini kejam bu/yah, aku ingin pulang sekarang, aku ingin dekat dengan kalian, aku ingin pulang bu/yah.
1 hal pintaku kepada Tuhan, jangan biarkan aku bernafas untuk terakhir kali jauh dari orang tuaku. Matikan aku diatas pangkuan orang tuaku. Aku ingin pulang bu /yah. "AKU INGIN PULANG".

Dosenku bilang "Skripsiku sampah"

Standard
Malam itu tepat tanggal 14 Oktober 2014 pukul 18:40’ WIB.
Disebuah sudut ruangan yang kurang lebih berukuran 4x5m2. Kami sekitar 35 mhs akan mengikuti sebuah mata kuliah dimana kami semua berasal dari fakultas yang sama. Memang ini merupakan pertemuan ke 4 dismester ini untuk mata kuliah kami malam itu. suasana tiap malam senin seperti saat itu, dismeter itu, memang selalu mencekam, menegangkan, bahkan saya boleh katakan menakutkan. Kenapa saya bilang begitu? Yepsss. Karena kami akan mengikuti sebuah mata kuliah dari fakultas kami “Teknik Informatika”.

Yang jadi masalah bukanlah ruangannya, cuacanya, ataupun mata kuliahnya. Tapi yang menjadikan saat itu mencekam ialah dosen yang mengajarkan mata kuliah tersebut. Lebih tepatnya kalau kita tidak ngerjain atau belom kelar tugas yang dikasinya siap-siap aja pasang telinga karet buat nampung suara dari dosennya. bahkan idak jarang dikeluarkan dari kelas. Sebut saja beliau ibu ‘R’. Beliau memang dikenal keras, super disiplin katanya seh begitu. Dan lumayan ngeri dengan kalimat-kalimat yang nyelekit dihati. Yah wajar juga seh, beliaunya tu Kaprodi untuk jurusan kami tapi kaprodi apa harus dikenal galak, saya rasa tidak harus deh.!.

Kini kami sedang masuk menempuh smester akhir (smester 7) dari perjalanan pembelajaran kami selama kurang lebih 3.5thn dikampus tercinta ini. Guna mendapatkan gelar Sarjana Komputer (S.Kom). saya sendiri sudah 2 kali diajar oleh ibu R, kalau tidak salah saya pernah di ajar smester 2 dulu.

"Ting tong..!! Belllll otomatis kampus pun berbunyi"

Dipertemuan dengan ibu R kami hanya dikasi toleransi telat 20 menit. Memang seh untuk ukuran mahasiswa yang hanya belajar dan menuntut ilmu itu bukan masalah. Namun telat 20’ akan menjadi masalah besar bagi mahasiswa yang kuliah dan bekerja. walaupun dosennya ngasi toleransi harus ada surat pemberitahuan keterlambatan karena lembur dari perusahaan tempat masing-masing mhs bekerja. Menit-menit awal pertemuan disesi 1 malam itu dengan ibu R memang masih ada senyum dari beberapa mhs. tapi menurut saya itu hanyalah senyum kemunafikan dari segelintir mhs dan jujur saja saya sendiri tidak pernah bisa tersenyum seperti apapun canda, kekonyolan dan tingkah dari dosen tersbut.
Sayup dan dentingan detik pada jam tangan teman sebelah saya lumayan bisa saya dengar, dan Saya pun untuk yang ke4 kalinya melirik jam dengan melihat jam tangan yang dikenakan salah seorang teman disebelah saya, Nampak jelas terlihat pukul 19:45 WIB.

Saya menghela nafas sambil berkata dalam hati “semoga malam ini mati lampu hihihi”.

Dikarenakan dikampus kami sedang ada penambahan ruang kelas, yang mungkin tidak diikuti dengan arus listrik yang memadai, jadinya hampir tiap malam lampu kampus mati karena arusnya tidak kuat menahan beban. Saya kembali melirik jam tangan teman disebelah saya, tepat pukul 19:50 WIB. Setelah selesai melirik jam tangan teman saya yang ada disebelah, dengan ajaib yang terhormat ibu R seraya berkata

“keluarkan tugas skripsi kalian yang BAB I kemarin, dan kumpulkan kedepan”.

Dengan sigap salah seorang perwakilan dari mahasiswa melucuti tugas BAB I skripsi dari masing masing anak tidak termasuk saya, karena saya minggu lalu tidak masuk dan belom selesai mengerjakan. Tidak ketulungan detak jantung saya malam itu. sambil pasrah lalu saya pun berucap dalam hati

“Abraham samad aja musuhnya koruptor seindonesia, masa ngadepin ibu yang bawel ini, orang Lombok kek gw mesti gemeteran seh, hufttt…..gak banget dehhhh….. hihihi.”.

Hingga semua tugas di letakkan didepan yang terhormat ibu R. walau hanya sekilas beliau langsung tau dari tugas mhs banyak yang masih semerawut. maklum beliaunya S3 lho. Lalu dipanggilah salah satu anak yang punya tugas dengan tumpukan paling atas, dengan gemetar anak tersebut maju kedepan dan menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan ibu R. dalam hati saya berucap

“oh Tuhan ni orang kejem banget seh.”.

Hingga ibu R menggeplak tumpukan kertas yang ada di depannya seraya berucap

“tugas kalian tidak ada yang benar, tugas kalian sampah semua, dan sampah tidak pantas dibawa kehadapan saya”.

Dan dilanjutkan dengan ocehan ringan lainnya, namun hanya hal itu yang sangat melekat dihati saya. Yah walaupun bukan tugas saya seh yang digeplak karena kan saya gak ngumpul hihihi. Dengan pandangan yang lumayan tajam, tidak satu pun dari kami yang melayangkan kata-kata bantahan malam itu, semuanya senyap, hening dan sebagian lagi tertunduk. Dalam hati saya berkata

“Oh Tuhan sombong baget ni dosen, ia anda emang kaprodi, tapi gak harus semarah itu dan gak bisa ngontrol emosi dong, dengan harus ngeluarin kalimat yang bernada menrendahkan anak bimbingannya sendiri, alahhhh... apa lagi anda jadi mentri pendidikan Ingat yang ngerjain skripsi sampah sekarang, suatu hari bakalan jauh lebih sukses dari pada anda” .

Singkat cerita. Beberapa saat kemudian dia berkata “silahkan break”, karena waktu itu memang sudah waktunya break. Satu persatu mhs keluar dengan wajah kesel dan smerawut tak terkecuali saya yang masih dongkol dengan tindakan dan perkataan ibu R tadi di ruang kelas ‘ruangan 207’.
Ups... sekian hal yang bisa saya kotak katik dikesempatan malam ini

Tips menjadi ayah yang baik

Standard
Ass...Wr...Wb...dan salam sejatera buat sobat blogger dimanapun anda beradaMempunyai seorangA yah/Bapak yang baik merupakan harapan bagi setiap anak tentunya dan idaman setiap istri di dunia ini, "kayak saya hihihihihi". pun dengan seorang pria. Bisa membimbing keluarga (istri dan anak) merupakan kewajiban setiap pria yang akan ia pertanggunajawabkan kelak di hadapan Tuhan. memberikan fasilitas yang layak, pendidikan yang layak serta kehidupan yang layak. "ehhmmmmm.... dari tadi saya ngoceh" mulu deh", harap maklum yah, walau pun saya belom menjadi seorang ayah/ belom berkeluarga, namun saya sering membaca artikel yang isinya tentang bagaimana menjadi seorang ayah yang baik buat anak. yaudah tanpa berpanjang lebar kita langsung saja kupas secara lengkap setajam Kampakk.. cekidooottt:

Berikut beberapa tips menjadi seorang ayah idaman:
  • Luangkan waktu untuk anak anak anda, jangan sampai karena kesibukan kita mencari nafkah waktu dan perhatian yang seharusnya kita berikan buat anak jadi terampas. "gak mau kan di panggil o'om oleh anak anda" hihihi.
  • Berada disaat moment istimewa anak anda, ulang tahun, masuk sekolah pertama kali, pembagian raport, kenaikan kelas, dan masih banyak lagi hal hal atau kejadian yang untuk sianak adalah moment istimewa mereka, atau bahkan moment yang menegangkan buat mereka, hendaknya anda sebagai ayah berada selalu mendampingi mereka. karena hal hal tersebut akan selalu di kenang oleh si anak hingga ia dewasa, di karenakan ketika mereka masih kecil memori pada otak anak masih kosong dan fresh, sehingga apapun yang terjadi akan selalu diingatnya.
  • Kembangkan komunikasi yang kuat, Sebagai mahluk kecil yang sedang mengenal dunia hendaknya sebagai orang tua/ayah anda harus bisa menempatkan diri tidak hanya sebagai pelindung baginya tetapi sekaligus sebagai teman bermain yang asyik untuk sianak, hindari pembicaraan yang terlalu dangkal dengan anak seperti bertanya "udah makan, udah tidur, udah minum cucu "cucu yang mana neh"??  hal tersebut malah akan membuat si anak akan merasa terintimidasi "emang polisi"hihihihi.
  • Berikan Reward kepada anak anda dengan tepat, tidak salah ketika seorang ayah memberikan hadiah kepada si anak atas prestasi yang dicapainya dimasa kecilnya, hanya saja hadiah atau reward yang anda berikan harus tepat dan tidak berlebihan, serta meempunyai nilai pembelajaran. sehingga nantinya si anak tumbuh menjadi anak yang cerdas dan dapat menghargai pemberian dari orang lain.
  • Akui kesalahan Anda apabila anda memang salah dan berikan hukuman dengan tepat, tidak salah juga kita memberikan hukuman kepada buah hati kita ketika dia melakukan kesalahan, tapi seyogyanya hukuman yang kita berikan tidak dalam bentuk fisik atau psikologis. hanya hukuman itu kita berikan guna menyadarkan dia atas kesalahan yang telah dia lakukan. "jangan sampe anak di hukum di kamar mandi Sadissss"
  • Menjadi panutan yang baik, segala tingkah laku anda pasti tidak akan jauh berbeda dengan anak anda nantinya, karenanya ada pepatah yang mengatakan "buah tidak akan jatuh jauh dari halaman rumah "oupsss salah'' dari pohonnya. karena itu berikan lah contoh yang baik selalu untuk anak anak anda.
  • Perlakukan Sang ibu atau istri anda dengan sopan dan terhormat. jangan sekali kali seorang suami memarahi istrinya di hadapan anaknya , karena secara psykologis sianak pasti bertanya dalam hatinya "kenapa ibuku di bentak/marahi sama ayah", dan itu merupakan hal yang sangat tidak baik buat perkembangan mental anak.
Nah demikian deh hal yang bisa saya bagikan buat buapak-buapak idaman setiap anak, ietsss jangan lupa doakan saya biar cepet dapet jodoh yang bisa membuat saya lebih dekat dengan Tuhan ya.aminTerima kasih atas perhatiannya, dan wassalammualaikum warahmatullahiwabaraokatuh.